Terselubung

Blog Terselubung

Wow Luar Biasa, Ilmuan Menguak Fakta Kebenaran Alquran Soal Semut yang Bisa Berbicara

semut bisa bicara

Terselubungi.com – Sebuah informasi yang sangat luarbiasa terkait fakta kebenaran kitab suci Al-Quran tentang Nabi Sulaiman AS dan sekelompok semut. Dalam ceritanya , Al-Quran menyatakan bahwa semut dapat berbicara satu sama lain. Cerita ini memang menjadi salah satu cerita yang belum terungkap kebenarannya. Dan kini ada seorang ilmuwan luarbiasa yang berhasil menguak fakta kebenaran alquran soal semut berbicara itu.

Dalam sebuah cerita di dalam kitab suci Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu, Science Magazine yang terbit pada 6 Februari 2009 menuliskan sebuah hasil penelitian ilmiah terbaru yang menyatakan Semut dapat bersuara.

Di dalam penemuan itu dilaporkan jika semut yang dapat berbicara itu dibuktikan seiring perkembangan teknologi canggih. Untuk membuktikan apakah semut bisa berbicara, para ilmuwan menggunakan  “Kemajuan teknologi audio yang bisa mendengar suara semut.

loading...

Pada dasarnya semut merupakan serangga bertektur tubuh kecil yang dilengkapi dengan papan alami dan plectrum yang terdapat dalam perut . Organ ini berfungsi untuk mengeluarkan suara yang digunakan semut sebagai media untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk membuktikan apakah semut dapat berbicara itu pun dilakukan dengan menggunakan mikrofon dan speaker mini yang dapat dimasukkan ke sarang. Peneliti menetapkan bahwa ratu semut dapat mengeluarkan instruksi kepada para pekerja mereka.

Pada saat itulah , para ilmuwan mulai heran saat mereka berhasil membuat rekaman pertama dari semut ratu “berbicara”, juga menemukan bahwa serangga lain pun meniru hal yang persis sama seperti kupu – kupu.

Kupu-kupu  memang termasuk jenis serangga besar Rebel  yang memiliki hubungan parasit dengan semut dan sekarang ditemukan telah belajar untuk meniru suara dengan menggunakan sinyal kimia.Hubungan keduanya ini terjalin saat larva Kupu-kupu dibawa oleh semut ke sarang di mana mereka diberi makan oleh pekerja. Ketika koloni terganggu semut akan menyelamatkan larva. Bahkan jika mereka kekurangan makanan, semut akan mengorbankan diri mereka sendiri sebagai bahan makanan pengganti.

Dalam cerita tersebut di dapatkan sebuah hasil penelitian sejak beberapa dekade yang lalu telah menunjukkan bahwa semut mampu membuat panggilan menggunakan alarm berbunyi, tetapi baru-baru ini saja hasil riset telah menunjukkan bahwa kosa kata mereka mungkin jauh lebih besar dan bahwa mereka dapat “berbicara” satu sama lain.

Salah satu peneliti bernama Profesor Jeremy Thomas, dari University Oxford, mengatakan kemajuan teknologi telah memungkinkan penemuan baru, hal itu karena komunikasi semut bisa direkam secara subjektif. Suara semut itu dapat ditangkap ketika seseorang menempatkan speaker mini ke sarang dan memutar ulang suara yang dibuat oleh ratu, para peneliti mampu menarik perhatian semut dan membuat mereka bersiaga.

“Ketika kami memutar suara ratu yang mereka lakukan kemudian adalah bersiap siaga. Mereka akan bergerak berdiri sambil mengulurkan antena mereka ke depan dan rahang (capit) mereka terbuka selama berjam-jam – Siapa saja makhluk asing yang berada di dekat mereka, mereka akan serang, “kata  Profesor Jeremy Thomas, seperti yang dilansir dari Merdeka.com (3/2).

Semut dipercaya sebagai binatang yang peka terhadap pemangsa . Hal ini bisa dibuktikan ketika semut melakukan gerakan menekan antena mereka ke arah speaker seperti mereka menyambut yang lain dalam sarang semut. Kita pasti pernah lihat semut “bersalaman” ketika mereka bertemu, itulah yang dilakukan mereka ketika bersuara dan berbicara dengan sesamanya.

Profesor Thomas juga mengatakan jika semut tak hanya mengandalkan suara saat berbicara , tetapi dia juga mengandalkan kosa kata seperti manusia pada umumnya. Semut juga mengandalkan peran deteksi suara seperti memberikan potongan terakhir jigsaw untuk menjelaskan bagaimana ulat besar Rebel biru dapat bertahan di sarang semut.

“Saya akan sangat terkejut justru jika kami tidak mendapatkan jenis suara yang berbeda. Ini merupakan kekuaatan semut untuk memainkan suara yang berbeda dengan mengubah irama. ” ungkap Thomas.

Dengan adanya penemuan ini , kita bisa mengerti dan memahami jika kebesaran Allah Subhanahu wata’ala dan keotentikan Quran benar – benar luarbiasa. Apalagi jika kita pikirkan bila penemuan itu dilakukan sekitar 1400 tahun yang lalu saat teknologi dunia tidak terlalu canggih.

Updated: Februari 18, 2016 — 10:56 pm
Terselubungi.Com © 2014